Anggi Dwi Putra, SH |
Dunia digital memiliki jangkauan yang luas, tidak terbatas ruang dan waktu, mudah diterima serta dibagikan. Jika dahulu kita mengenal jejak batu tulis dan hanya ada di satu tempat, tapi jejak digital bisa diakses banyak orang dalam waktu singkat. Sebagai pengguna teknologi tidak dapat dipungkiri salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan ialah aspek keamanan. Ketika melakukan aktivitas di dunia digital baik secara sadar maupun tidak, warganet telah meninggalkan jejak digital (digital footprint) selama berselancar di internet.
Apa Itu Rekam Jejak Digital ?
Rekam jejak digital adalah jejak data yang
kita buat dan kita tinggalkan ketika menggunakan perangkat digital. Bentuk
jejak digital sendiri bermacam-macam bentuknya, bisa berupa riwayat pencarian,
biasanya pada history search browser.
Bisa juga berasal dari pesan teks dari aplikasi, foto dan video (termasuk yang
sudah dihapus), tagging foto dan video dari orang lain, lokasi yang kita
kunjungi, hingga persetujuan akses cookies
dalam perangkat
Terdapat dua jenis jejak digital yakni jejak
digital aktif dan jejak digital pasif. Jejak digital aktif merupakan data yang
sengaja netizen kirimkan di internet atau di platform digital, contohnya
mengirim e-mail, publikasi di media sosial, atau mengisi formular daring. Sedangkan
jejak digital pasif merupakan jejak digital yang kita tinggalkan secara daring
dengan tidak sengaja dan tanpa sepengetahuan kita. Biasanya digunakan untuk
mencari tahu profil pelanggan, target iklan, dan sebagainya.
Jejak digital yang berisi informasi data pribadi sangat rawan disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Data-data tersebut dapat berakibat pada berbagai aspek yang akhirnya berimplikasi pada hubungan personal hingga ke ranah hukum, jangan sampai kita mengalami hal tersebut. Kita tetap harus waspada serta berhati-hati terkait informasi apapun yang kita bagikan di internet. Setiap detik kita buka internet data kita sudah tertinggal. Ada rambu-rambu yang harus kita perhatikan, seperti UU ITE yang harus kita taati.
Pentingnya menjaga rekam jejak digital bagi warganet untuk memahami implikasi atau dampak, baik positif maupun negatif dari tindakan di dunia digital. Dalam dunia kerja, terdapat beberapa parameter yang bisa dipakai melihat calon karyawan melalui media sosialnya. Seperti kalimat yang sering diunggah, foto-foto, interaksi yang dilakukan, serta lingkaran pertemanan calon karyawan.
Terdapat hal negatif yang paling sering
dilaporkan yaitu mempublikasikan informasi pibadi yang mengarah pada penindasan
atau pelecehan daring, serta menerbitkan informasi pribadi yang digunakan untuk
serangan manipulasi psikologis.
Lalu Pertanyaannya, Apa Yang Harus Dilakukan Untuk Menghindari
Potensi-Potensi Negatif Dari Rekam Jejak Digital ?
Pertama-tama, kita bisa merancang jejak digital yg baik, seperti meninggalkan catatan karya atau prestasi di berbagai platform digital. Harapannya ketika seseorang mengetikan nama kita di mesin pencari, maka seluruh karya berkualitas yang pernah kita buat bisa muncul dan menjadi catatan baik. Selain itu warganet harus berhati-hati dalam melakukan aktivitas di internet, harus dipikirkan terlebih dahulu dampaknya akan merugikan pihak lain atau berakibat pelanggaran hukum. Mengingat hal ini sangat penting maka, ada empat motivasi utama pengguna media sosial yakni memperkuat jaringan sosial, mencari teman yang cocok, mengembangkan usaha, dan mencari koneksi bisnis.
Guna merawat jejak digital kita, maka terdapat beberapa tips agar kita terhindar dari potensi negatif rekam jejak digital, diantaranya:
- Cari tahu terlebih dahulu jejak digital yang kita miliki;
- Atur privasi di perangkat kita (hal-hal yang tidak ingin dilihat orang silahkan dibuat privat);
- Periksa cookies pada perangkat kita, jika ada situs yang tidak dikenal mengirimkan cookies segera block;
- Gunakan kombinasi yang kuat dalam membuat kata sandi;
- Hapus aplikasi yang tidak dipakai;
- Posting hal-hal yang positif;
- Gunakan akun berbeda untuk berbagai keperluan, pekerjaan, pendidikan, dan berbelanja;
- Selalu update sistem operasi dan antivirus.